Halloween Costume ideas 2015

ANAK JURAN

gustianakjuran

Latest Post

Daya Tarik Objek Wisata Alam Goa Liang Tapah

Objek wisata alam Liang Tapah

Kecamatan Jaro mempunyai potensi wisata alam yang sangat menjanjikan. Kawasan ini memiliki perbukitan yang merupakan bagian dari pegunungan Meratus, selain itu Kecamatan Jaro juga menjadi lumbung padi untuk wilayah utara Kabupaten Tabalong karna wilayah ini memiliki hamparan pesawahan yang sangat luas persis berasa di kaki bukit pegunungan Meratus. Kombinasi pesawahan dengan latar belakang perbukitan selalu indah untuk dinikmati oleh mata. Jadi tidak heran jika Kecamatan Jaro memiliki banyak objek wisata alam seperti air tenjun, goa, dan juga beberapa bukit untuk melihat pemandangan yang menakjubkan.
Objek wisata alam Liang Tapah

Pada artikel ini saya akan menulis sedikit tentang salah satu objek wisata alam yang ada di Kecamatan Jaro yaitu Goa Liang Tapah. Terdiri dari dua kata yaitu “Liang” dan “Tapah”. Dalam bahasa Banjar liang berarti; lobang atau trowongan, sedang kan tapah adalah salah satu jenis ikan besar yang ada di Pulau kalimantan bahasa ilmiahnya; Cat fish Wallago . Jadi Liang Tapah bisa diartikan sebagai Lobang/trowongan tempat tinggalnya ikan Tapah. Masyarakat setempat memiliki banyak versi cerita tentang asal usul mengapa dinamakan Liang Tapah.
Objek wisata alam Liang Tapah

Goa Liang Tapah berada di Desa Garagata Kecamatan Jaro. Lokasinya berada kurang lebih 3 kilometer dari jalan utama Trans Kalimantan Tanjung-Koaro. Ketika menuju objek wisata ini, sebelum sampai ke lokasi kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah yaitu hamparan sawah yang luas dengan latar belakang perbukitan yang menjulang tinggi.
Objek wisata alam Liang Tapah

Objek wisata alam Liang Tapah

Objek wisata mempunyai daya tarik tersendiri yang patut dikunjungi bagi mereka yang menyukai keindahan alam. Adapun objek yang ditawarkan yaitu berupa gua yang cukup luas dengan ukiran alam di atas langit-langit goa yaitu batuan stalakmit dan stalaktit. Ukiran stalakmit dan stalaktit ini terlihat cukup indah dan membentuk berbagai macam bentuk yang unik bahkan ada yang menyerupai binatang.
Objek wisata alam Liang Tapah

Objek wisata alam Liang Tapah

Objek wisata alam Liang Tapah

Objek wisata alam Liang Tapah

Untuk memsuki goa Liang Tapah ini disarankan bagi pengunjung untuk ditemani pemandu/atau pengelola objek wisata. Karna struktur goa yang luas dan banyak terdapat lorong-lorong dikhawatirkan pengunjung akan tersesat jika tidak ditemani oleh pemandu.
Selain ukiran stalakmit dan stalaktit yang indah di dalam gua juga terdapat sumber mata air yang terlihat sangat menarik, terkena sinar matahari yang masuk kedalam goa sehingga mata air ini telihat hijau dan kadang juga terlihat berwarna biru. Ditempat ini sering dijadikan tempat bersua foto favorit bagi pengunjung.
Objek wisata alam Liang Tapah

Di luar goa juga terdapat wahana air yaitu berupa aliran air yang keluar dari mulut goa. Para pengunjung bisa menikmati segarnya air yang keluar langsung dari mulut goa dan tempat ini sangat aman bagi anak-anak untuk berman karena airnya tidak terlalu dalam.

Baca juga :
-Air Terjun Riam Mambanin
-Air Terjun Lano

GOA BATU BABI: Situs purbakala yang terletak di Desa Randu Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong


Ketika masih duduk di bangku kuliah (FKIP UNLAM Prodi Pend. Sejarah) saya sering berkunjung ke Perpustakaan daerah Km. 6 atau yang sering disebut dengan "perpus pal 6" untuk membaca buku "Sejarah Banjar" yang pada waktu itu hanya bisa saya temukan di perpustakaan tersebut. selain itu juga saya ke perpustakaan pal 6 mencari referensi untuk tugas-tuga kuliah, akan tetapi saya selalu menyempatkan untuk membaca buku "Sejarah Banjar" karena saya tertarik dengan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di Tanah Borneo.

Namun yang menarik perhatian saya di  bab awal "Sejarah Banjar" dijelaskan tentang kehidupan pada masa pra-aksara/purba yang ada di Kalimantan Selatan. Saya sangat antusias ketika membacanya dan yang membuat saya terkejut adalah ketika dijelaskan bahwa penemuan sisa-sisa kehidupan manusia pra-aksara tersebut ditemukan di Desa Randu Kecamatan Muara Uya. Karena tempat ini cukup dekat dengan tempat tinggal saya, kurang lebih 30 menit dari rumah untuk mencapai lokasi tersebut.

LOKASI GOA BATU BABI
Goa Batu Babi terletak di Desa Randu Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Kecamatan Muara Uya terletak di bagian utara Kabupaten Tabalong yang mana sebagian besar daerahnya dataran tinggi. Goa Batu Babi merupakan bagian dari Gunung Batu Bule yang juga merupakan bagian dari deretan Pegunungan Meratus.
Dari Tanjung (ibu kota kabupaten Tabalong) bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan untuk sampai ke Desa Randu. Tidak ada tanda khusus atau papan nama untuk menuju lokasi Goa Batu Babi, kita hanya bisa bertanya kepada masyarakat setempat ketika sampai di Muara Uya.

GOA BATU BABI: Situs purbakala yang terletak di Desa Randu Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

Menurut beberapa catatan sejarah dan hasil penelitian di Goa Batu Babi ini sisa-sisa hasil kebudayaan pada masa pra-aksara di Kalimantan Selatan. beberapa temuan berupa alat-alat dari batu, tulang, pecahan tembikar, sisa-sisa kerang, sisa-sisa tulang manusia (merupakan fragmen-fragmen tengkorak,gigi, dan tangan). Sebagian Besar hasil temuan ini simpan di Museum Lambung Mangkurat Banjar Baru. "untuk lebih jelasnya tentang hasil penemuan ini bisa di baca dalam buku Sejarah Banjar atau membaca artikel-artikel di internet karena banyak yang mengulasnya".
GOA BATU BABI: Situs purbakala yang terletak di Desa Randu Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

Goa Batu Babi ini terletak jauh dari pemukiman warga. Ketika saya berkunjung ke situs ini, yang pertama saya perhatikan adalah plang nama situs tersebut dan juga plang yang berisikan undang-undang tentang situs Cagar Budaya No. 11 tahun 2010. Sayang plang nama goa tersebut sedikit terkelupan mungkin karena tidak terawat juga usia dan cuaca.
Kemudian saya mendekat lagi ke mulut goa, dari sini sangat terlihat kalau situs ini tidak dirawat dengan baik karena banyak coretan di dinding goa. Kemudian lanjut lagi memasuki ke dalam goa, saya perhatikan masih ada sisa-sisa galian penelitian yang dilakukan oleh tim arkeologi selain itu juga masih banyak ditemukan sisa-sisa cangkang hewan laut/sungai (saya tidak bisa memastikan) di dasar goa.
GOA BATU BABI: Situs purbakala yang terletak di Desa Randu Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

Harapan saya kepada pemerintah dan masyarakat yang ada di sekitar situs ini agar bisa bersama-sama untuk menjaga kelestarian situs purbakala Goa Batu Babi ini. Karena hal ini penting untuk generasi selanjutnya untuk mengetahuai asal-usul dan kebudayaan di masa lalu. Selain itu juga di lokasi situs Goa Batu Babi memiliki pemandangan yang indah dan jika dikembangkan bisa menjadi objek wisata yang menarik.

makam pangeran abu bakar
Makam Pangeran Abu Bakar

Kabupaten Tabalong
adalah kabupaten yang mayoritas penduduknya dihuni oleh suku Banjar dan Dayak. Kabupaten Tabalong juga merupakan kabupaten dengan populasi suku Dayak yang cukup banyak dengan berbagai macam sub-suku, dan yang paling banyak ada Dayak Deah. Jika kita lihat jauh ke belakang dan melihat berbagai macam teori yang menyatakan bahwa orang-orang Dayak lah yang merupakaan penduduk asli Pulau Kalimantan. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyaknya pendatang yang datang ke Pulau Kalimantan seperti orang-orang Malayu, Jawa, Bugis, dan lainnya sehingga terjadi akulturasi dan asimilasi budaya yang akhirnya menciptakan adentitas baru yaitu Suku Banjar (khusus Kalimantan Selatan). Sampai saat ini suku Banjar menjadi suku mayoritas di kalimantan Selatan disusul dengan Suku Dayak.

Berikut beberapa Suku Dayak yang ada di Kabupaten Tabalong:
1.      Dayak Deah
2.      Dayak Maanyan
3.      Dayak Lawangan
Dari beberapa suku dayak tersebut Dayak Deah yang mempunyai populasi terbanyak. Oleh karena itu banyak tempat-tempat yang asal-usulnya dinamai oleh atau berdasarkan budaya Dayak.

Desa Marindi.
Desa Marindi adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Masyarakat Desa Marindi Mayoritas adalah Suku Banjar Pahuluan dan beragama Islam. Mata pencaharian masyarakat mayoritas adalah berasal dari hasil bertani/ladang dan berkebun karet. Desa Marindi juga mempunyai potensi objek wisata alam yang sangat indah, yaitu Riam Mambanin. Riam Mambanin adalah objek wisata alam yang menawarkan keindahan pemandangan alam, air terjuan, dan jeram-jeram kecil yang ada di sungainya.

Karakteristik Desa Marindi sama dengan desa-desa lainnya, yaitu pemukiman penduduknya berjejer mengikuti jalan atau sungai (tidak berkumun). Sebelum kedatangan orang-orang dari Pahiliran (Kalua) Desa Marindi merupakan pemukiman atau tempat tinggal dari Suku Dayak Deah. Desa Marindi merupakan desa tua yang sarat akan sejarah, hal ini terbukti dengan adanya beberapa peninggalan sejarah seperti Masjid Al-Hidayah dan Makam seorang Ulama penyebar agama Islam di Desa tersebut, yaitu makam Pangeran Abu Bakar.

Asal-usul nama Marindi dan Lusia
Sebelum kedatangan rombongan Pagustian dari Kalua, daearah yang dinamakan Desa Marindi ini dihuli oleh masyarakat Dayak Deah yang di pimpin oleh kepala suku yang bernama Rende. Rombongan Pagustian yang datang ke Marindi ini dipimpin oleh Pangeran Abu Bakar (dalam rentang waktu 1885-1890), kedatangan mereka ke daerah ini diakibatkan daerah Kalua berhasil dikuasai oleh Belanda (pada waktu itu sedang berlangsung Perang Banjar). Mereka disambut hangat oleh penduduk setempat dan dibiarkan tinggal.

Kedatangan orang-orang Pahiliran ini membawa perubahan pada penduduk setempat, terutama pada bidang mata pencaharian dan kepercayaan. Masyarakat yang sebelumnya hidup bergantung dari hasil hutan dan ladang berpindah diperkenalkan cara baru, yaitu dengan membuka lahan untuk persawahan sehingga tidak perlu lagi berpindah-pindah untuk menanam padi (budaya ladang berpindah masih tetap dilakukan masyarakat hingga saat ini). Dari aspek kepercayaan, masyarakat yang dulunya menganut kepercayaan leluhur yaitu Kaharingan sebagian besar memeluk agama Islam dan sebagian lain tetap dengan kepercayaan nenek moyang mereka. Namun, perbedaan keyakinan ini tidak membuat masyarakat terpecah, mereka tetap hidup rukun berdampingan.

Di Kabupaten Tabalong banyak kita jumpai nama-nama desa atau tempat yang di awali dengan kata “Ma”, seperti Marindi, Mantikus, Mangkupum, Masukau, Marimjim, Mabuun, Mahe, Maburai, dan banyak lainnya. Dari hasil wawancara saya dengan beberapa tokoh Dayak Deah,mereka mengatakan bahwa daerah-daerah yang berawalan dengan kata “Ma” dulunya merupakan pemukiman-pemukiman nenek moyang mereka. Akibat derasnya arus pendatang dan Islamisasi mengakibatkan orang Dayak sekarang hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Dayak Deah sebagian besar menempati daerah Kecamatan Upau, Desa Mangkupum, Nawin, dan Seradang. Dayak Lawangan mendiami daerah Binjai, Salikung di Muara Uya dan Dayak Maanyan mendiami daerah Warukin dan Daerah Barito Timur, sedangkan Dayak Iban dinyatakan sudah hampir tidak ada lagi.

Seperti yang saya jelaskan di atas bahwa daerah Marindi sebelum kedatangan para pendatang daerah tersebut di pimpin oleh kepala suku yang bernama Rende. Dalam bahasa Dayak Deah kata “ma” artinya “pak” atau “Bapak”, jadi Ma Rende artinya Bapak Rende atau suatu daerah yang dipimpin oleh Bapak rende. Seiring berjalannya waktu penyebutan Ma Rende berubah menjadi penyebutan tempat yaitu Marindi.

Sedangkan Lowu sia atau Lusia sekarang ini mempunyai arti rumah yang terbakar (dalam bahasa Dayak Deah). Menurut beberapa tokoh masyarakat disebut Lowu Sia atau rumah yang terbakar dikarenakan pada zaman dulu pernah terjadi sebuah kebakaran hebat di daerah tersebut (hasil wawancara dengan beberapa tokoh adat Dayak Deah).

Banjarmasinku bungas, Banjarmasinku sayang.


Kota Banjarmasin sering disebut dengan julukan kota seribu sungai. Kata seribu sungai ini di berikan bukan karna jumlah sungainya ada seribu, tetapi dikarenakan banyaknya sungai yang mengaliri daerah ini baik itu sungai yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Menururut data dari Dinas Kimprasko ( Dinas Pemukiman dan Prasarana Kota) Banjarmasin yang dilangsir oleh Wikipedia menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.
Sungai sudah menjadi bagian hidup dari masyarakat Banjarmasin. Hal ini sudah berlangsung sejak jaman Kesultanan Banjar (1525-1860), dimana sungai menjadi urat nadi kehidupan. Adapun fungsi sungai yang utama pada waktu itu adalah sebagai jalur transportasi yang menghubungkan  daerah pedalaman dengan kota Banjarmasin, sebagai tempat dan jalur perdagangan baik lokal maupun internasional, dan sungai sebagai tempat untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan sebagainya. Begitu penting arti sungai bagi masyarakat Banjarmasin. Namun, seiring berjalannya waktu kondisi sungai-sungai yang ada di Banjarmasin semakin hari semakin memperihatinkan, ini dikarenakan pencemaran akibat dari limbah rumah tangga  dan juga limbah industri.
Begitu banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan di sungai seperti sebagai jalur transportasi, perdagangan, dan juga melakukan kegiatan sehari-hari. Namun, dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan sungai sebagai urat nadi kehidupan mereka. Akibatnya sungai di Banjarmasin tidak lagi bersih, tercemar limbah rumah tangga, menyempit, dangkal, dan bahkan ada yang mati.
potret keadaan sungai banjarmasim
Masyarakat menggunakan sungai untuk kegiatan sehari-hari

Masyarakat yang tinggal dibantaran sungai mempunyai kebiasaan membuang sampah langsung ke sungai baik itu sampah organik maupun non organik. Kebiasaan inilah yang membuat sungai di Banjarmasin semakin hari semakin kotor banyak sampah berserakan dimana-mana. Ironisnya walaupun sungai dijadikan tempat pembuangan sampah masal oleh masyarakat, tetapi mereka tetap menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci pakaian, dan mandi. Air sungai yang sudah tercemar tentu sangat tidak baik untuk digunakan apalagi kalau itu untuk konsumsi.
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai disebabkan adanya pergeseran budaya yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Banjar. Pergeseran budaya yang dimaksud adalah masyarakat Banjar yang dikenal memiliki kebudayaan sungai bergeser menjadi budaya darat. Perkembangan kota yang semakin pesat dan pertumbuhan jalan-jalan darat yang semakain banyak mengakibatkan masyarakat secara perlahan mengabaikan pentingnya arti kelestarian sungai bagi kehidupan mereka.
potret kehidupan sungai di banjarmasim
sungai sebagai jalur transportasi

potret keadaan sungai banjarmasim
berbagai kegiatan dilakukan masyarakat di sungai Martapura, Banjarmasin.

Apabila dilihat secara keseluruhan permasalahan kebersihan sungai ini bukan hanya tanggung jawab dari masyarakat saja, tetapi pemerintah kota juga harus ikut bertanggung jawab dalam melestarikan sungai. Pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan sungai bagi kelangsungan hidup mereka dan anak cucu mereka nanti, selain itu pemerintah juga harus mengatur tata ruang kota khususnya disekitar bantaran sungai. Banyaknya bangunan dan rumah-rumah warga yang berada dibantaran sungai, mereka membangun rumah menjorok ke sungai atau memakan bibir sungai sekitar 5 sampai 10 meter. Hal ini tentu akan mempersempit sungai dan menghambat aliran air yang mengalir. Terkait hal ini pemerintah harus membuat aturan yang tegas mengenai izin membangun bangunan di pinggir sungai agar tidak terjadi penyempitan sungai.
Diharapkan kesadaran dari masyarakat dan keseriusan dari pemerintah untuk menjaga dan melestarikan sungai, bekerjasama dalam mewujudkan sungai yang bersih dan tertata rapi agar semua pihak menikmatinya baik itu dari segi ekonomi maupun dari segi kesehatan. Air adalah sumber kehidupan, menjaga sungai sama artinya dengan menjaga kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita dimasa yang akan datang.


Indahnya masa kecil tanpa gadget.

Gadget atau ponsel pintar sekarang ini bisa dikatakan menjadi suatu kebutuhan bagi setiap orang. Terlebih bagi anak-anak remaja, ponsel menjadi barang yang wajib mereka miliki. Dengan gadget atau ponsel pintar orang-orang yang memilikinya dapat melakukan berbagai macam aktivitas seperti berfoto selfie, bermedia sosial, membaca beritan dan melakukan aktivitas lainnya. Aktivitas tersebut bisa dilakukan dimana saja dan kapanpun. Namun, dari sekian banyak aktivitas yang dapat dilakukan menggunakan ponsel pintar ada hal penting yang terlewatkan yaitu kehidupan sosial yang nyata.
Bukan media sosial, aktivitas atau interaksi yang dilakukan di media sosial itu hanya semu, bukan interaksi yang sebenarnya. Dewasa ini ponsel pintar telah membuat orang menjadi semakin individualis. Misalnya ketika sedang berkumpul dengan teman, mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing, begitu halnya dengan anak-anak jaman sekarang mereka lebih banyak bermain dengan ponsel dari pada bermain dengan teman-temannya. Satu hal yang sangat disayangkan, berbeda dengan anak-anak generasi 90-an dimana belum ada ponsel pintar. Tempat bermain yaitu halaman rumah, tempat-tempat lapang dan tentu tempat favorit yaitu sungai. Ada yang kurang jika belum bermain di sungai. Bahkan sampai lupa waktu hingga “mak” atau ibu menjemput sambil membawa sapu lidi.. hihihi

Indahnya masa kecil tanpa gedget, bermain dengan teman sebaya, bermain dengan alam, bermain berbagai macam permainan tradisional dan yang paling menyenangkan bermain di sungai.hehe
Salah satu aktivitas bermain yang paling menyenangkan di tempat saya tinggal yaitu yang kami sebut dengan “Balantingan” atau bisa juga disebut dengan susur sungai. Saya tinggal di sebuah desa kecil di Kabupaten Tabalong, Kalsel.

BALANTINGAN

[BALANTINGAN], istilah yang kami gunakan untuk kegiatan ini. Mungkin di tempat lain disebut dengan nama yang berbeda. Sensasi “Balantingan” mengkin tidak jauh berbeda dengan Arum Jerang..hihihi yang pasti sangat menyenangkan, biasanya kami lakukan di hilir Sungai Kinarum. Ini menjadi kegiatan favorit saya dan teman-teman ketika berumur 8-15 tahun/tahun 2000-an.
Balantingan sering kami lakukan ketika air sungai mulai naik setelah turun hujan (banyu dalam). Lanting yang kami gunakan terbuat dari batang pohon pisang yang “digampir” sehingga bisa dibuati oleh beberapa orang.
Sekarang kegiatan ini sangat jarang dilakukan oleh anak-anak  karena dianggap kegiatan yang membahayakan karena dilakukan di sungai yang airnya sangat deras dan dalam.
Ya, kegiatan ini sangat membahayakan bagi orang yang tidak bisa berenang.

Namun percayalah, Saya dulu pandai berenang…hahahaha

“RUMAH”

Walaupun kau tidak seindah istana raja.
Tak semewah kantor-kantor pemerintahan.
Kau tak setinggi kantor-kantor pencakar langit.
Kau hanya terbuat dari kayu.
Kau hanya beratapkan daun nipah.
Namun kau tetap istanaku.

Kemanapun aku pergi.
Kemanapun aku melangkah, aku selalu merindukanmu.
Rumah, di situlah aku pertama kali menangis ketika dilahirkan.
Rumah, di situlah pemandangan dunia pertama yang aku lihat ketika membuka mata.
Sungguh ikatan batin kita begitu kuat.

Walaupun nanti kau telah tiada.
Kau rubuh karena termakan usia.
Aku akan selalu ingat dimana tempatmu berpijak dulu.

Karena kau “Rumahku dan Istanaku”.

“TERJEBAK”

Aku merasa sangat kesal dan marah, ingin pergi dari situasi ini.
Aku tidak seharusnya berada di sini.
Di tempat yang tidak memungkinkan untukku berkembang menjadi lebih baik.
Terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk maju.
Tidak. Aku tidak boleh menyalahkan mereka, aku harus menyalahkan diriku sendiri.

Aku harus bangkit, aku harus kuat dan aku harus bertahan.
Aku harus semangat dan apapun itu aku harus maju.
Tidak ingin terjebak dalam situasi sekarang ini.
Biarkan mereka menikmati, terlena dengan kesenangan sesaat ini.
Aku harus membekali diriku.
Mengisi otak dengan berbagai ilmu.

Mengisi hati, memperbaiki sikap dan memperbaiki iman.


Catatan Perjalanan ke Air Terjun Lano

air terjun lano

Tidak bisa dipungkiri bahwa alam selalu menawarkan keindahan yang selalu memanjakan mata para penikmatnya. Tak heran jika akhir-akhir ini objek wisata alam menjadi distinasi utama bagi para penikmat wisata alam. Keberadaan objek wisata, terutama wisata alam baik itu yang dekat dengan pemukiman maupun yang jauh sangat cepat tersebar melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WA, BBM dan lainnya.
Salah satu objek wisata alam yang sering di upload atau dibagikan di media sosial yaitu Objek Wisata Alam Air Terjun Lano yang ada di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong. Dengan cepatnya tersebar informasi tersebut, membuat para pengunjung tertarik dan penasaran untuk berkunjung atau melihat langsung bagaimana keindahannya.
Salah satunya saya dan rekan-rekan pengajar di SMKN 1 Haruai yang juga tertarik berkunjung ke Air Terjun Lano. Maka, pada hari Kamis, 12-1-2017, kami memutuskan berkunjung ke Objek Wisata Air Terjun Lano..hihihi kami berangkat dari Wirang menggunakan kendaraan bermotor berjumlah kurang lebih 20 orang.
  • Desa Lano
Lano, merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong. Jarak Desa Lano dengan kota Tanjung kurang lebih 60 km dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam (tergantung kecepatan). Desa Lano bisa dikatakan salah satu desa paling timur di Kabupaten Tabalong. Hal itu dikarenakan Desa Lano berada dekat dengan perbatasan antara Kalsel dengan Kaltim. Secara umum lanscap dari Kecamatan Jaro yaitu terdiri dari pengunungan, yaitu salah satu deretan Pengunungan Meratus dan juga lembah atau dataran rendah yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lahan persawahan. Namun, daerah pegunungan di Kecamatan Jaro lebih dominan sehingga tidak heran jika di Kec. Jaro banyak terdapat air terjun, salah satunya Air Terjun Lano.


  • Rute Perjalanan Menuju Air Terjun Lano
air terjun lano

Rute perjalanan menuju Air Terjun Lano ini terbilang cukup mudah. Pertama, jika pengunjung yang berasal dari Kabupaten Tabalong atau secara umum dari seluruh Kalsel, akses utama untuk menuju Desa Lano cuma satu yaitu jalan Trans Kalsel-Kaltim menuju ke arah Kalimantan Timur karena Desa Lano berada dekat dengan perbatasan Kalsel-Kaltim. Sesampainya di Desa Lano, pengunjung bisa melihat sepanduk yang bertuliskan informasi mengenai keberadaan Air Terjun Lano (lihat gambar), nah di situlah kita harus meletakkan kendaraan.


air terjun lano

air terjun lano

Rute selanjutnya yaitu tracking, sesampainya di pintu gerbang yang bertuliskan Objek Wisata Air Terjun Lano kita harus berjalan kaki kurang lebih 800 meter untuk menuju lokasi air terjun utama. Walaupun berjalan kaki, akses menuju air terjun juga bisa dikatakan sangat mudah dan menyenangkan.
Sangat mudah dikarenakan jalan setapak menuju air terjun sudah dikelola dengan baik oleh warga setempat. Jalan setapak tersebut sudah diberi kerikil agar tidak licin. Selain itu juga untuk menuju lokasi air terjuan tidak begitu melelahkan, karena tidak ada tanjakan yang terlalu tinggi, kita hanya melewati tanjakan-tanjakan kecil dan sedikit menaiki bebetuan, anggap saja sedikit olahraga.hihihi Jika pun merasa kelelahan pengelola Objek Wisata Air Terjun Lano sudah menyediakan pos-pos peristirahatan (lihat gambar).

air terjun lano


Menyenangkan. Ya, perjalanan menuju lokasi air terjun sangat menyenangkan terutama bagi saya pribadi.hihihi Hal itu dikarenakan kita harus melewati beberapa anak sungai kecil dan menikmati pemandangan alam, hijaunya dedaunan, lebatnya hutan tropis, tumbuhan yang menjulang tinggi, vigetasi yang beraneka ragam dan aroma alam hutan hujan tropis yang khas. 
air terjun lano

air terjun lano

  • Indahnya Air Terjun Lano
Yang sering saya katakan yaitu, alam selalu menawarkan keindahan. Tiada tandingan untuk lukisan Sang Pencipta. Puji syukur kita diberi kesempatan menikmatinya.

air terjun lano


Tinggi Air Terjun Lano kurang lebih 10 meter. Air yang jernih terjun bebas dari ketinggian membelah bebatuan, menciptakan riak putih seperti susu, itu adalah ciri khas sebuah air terjun. Air terjun yang diapit oleh rimbunnya pepohonan menyebabkan udara di sekitar air terjun terasa lembab dan basah.
Air Terjun Lano ini sangat bagus untuk dijadikan objek untuk berfoto ria ataupun berselfie. Karena seperti yang sudah saya deskripsikan tadi, Air Terjun Lano ini termasuk air terjun yang ind
air terjun lano

air terjun lano
ah.

  • Fasilitas Umum Yang Ada di Sekitar Objek Wisata Air Terjun
Patut di acungi jempol bagi para pengelola Air Terjun Lano. Hal ini dikarenakan fasilitas umum yang disediakan cukup baik. Fasilitas umum pertama yaitu WC dan kamar mandi, ini merupakan fasilitas wajib yang ada suatu objek wisata terutama WC, keberadaan WC membuat para pengunjung tidak buang air kecil/besar sembarangan yang juga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Kamar mandi yang ada di sini juga sangat baik, bisa membantu para pengunjung yang ingin mengganti pakaian yang basah setelah bermain air di sekitaran air terjun.
air terjun lano

Fasilas-fasilitas umum yang lain yaitu keberadaan jembatan-jembatan kecil untuk menyebrangi sungai dan tempat peristirahatan yang ada di jalan menuju air terjun juga sangat baik.
air terjun lano

Demikian catatan singkat saya mengenai kunjungan kami ke Air Terjun Lano..!!!!!


Baca juga :



Selain disenangi ada juga guru yang dibenci oleh muridnya karena bernagai alasan. Dalam konteks ini,hal-hal yang dibenci murid sebaiknya menjadi parameter sikap sikap guru yang ditunjukkan kepada murid-muridnya agar murid bisa konsentrasi dan focus dalam menerima pelajaran dari guru tanpa diganggu hal-hal sepele yang berkaitan dengan karakteristik guru yang tidak disenangi.

8 karakteristik guru yang tidak disenangi murid:

1.      Berpakaian Kurang Rapi
Bagi murid-murid sekarang ini, baik di kota maupun di desa, bahkan sampai ke pelosok nusantara, krapian pakaian sudah menjadikebutuhan utama dalam proses belajar mengajar. Murid sangat senang melihat gurunya berpakaian rapid an sopan. Murid kurang respect terhadap guru yang berpakaian kurang rapi. Ketika murid senang dengan performance lahir guru, maka hal ini akan sangan berpengaruh terhadap penerimaan murid terhadap materi pelajaran yang disampaikan.

8 Karakteristik Guru Yang Tidak Disenangi Murid

2.      Jarang Masuk
Guru yang sibuk dengan berbagai kegiatan di luar sekolah, sebaiknya tidak usah mempertahankan statusnya di sekolah. Karena, hal itu akan mengorbankan kepentingan siswa yang mempunyai hak atas pelajaran yang diampunya. Apalagi kalau dia mengajar meteri penting. Dengan demikian, guru yang jarang masuk akan dibenci siswa. Siswa merasa gurunya tidak sungguh-sungguh, tidak memperhatikan kepentingan siswa, dan bertindak hanya demi kepentingan sendiri.

3.      Pilih Kasih (tidak adil)
Seorang guru tidak boleh pilih kasih dalam masalah apa pun. Sikap pilh kasih akan membuat kebijakan guru tidak dihormati murid-muridnya. Mereka akan bertindak lebih jauh, seperti tidak mengindahkan perintah guru. Oleh sebab itu, sikap pilih kasih jangan ditunjukkan guru kepada murid-muridnya. Pandang semua murid sebagai anak yang harus dicintai dan diperlakukan sama demi mempersiapkan masa depan mereka yang lebih baik.

8 Karakteristik Guru Yang Tidak Disenangi Murid

4.      Suka Memberi PR Tanpa Mengoreksi
PR (pekerjaan rumah) bisa membuat murid rajin belajar di rumah. Mereka akan mengatur waktunya untuk mengerjakan PR yang diberikan guru. Namun, ketika kesungguhan mereka ternyata disia-siakan guru, maka semangat mereka akan menjadi kendor guru tidak pernah mengoreksi PR yang dikerjakan siswa, atau mengoreksinya tetapi asal-asalan.

5.      Berkata Kasar
Perkataan guru kepada murid harus halus, memikat dan penuh perhatian. Setiap bimbingan, motivasi dan nasehat harus disampaikan dengan perkataan yang penuh lemah lembut. Tidak keluar dengan mulut kasar yang membuat kebencian dan permusuhan pada murid-muridnya. Kalau bimbingan, nasehat, dan masukan guru kepada muridnya keluar dengan mulut yang kasar, maka tidak aka nada efektivitas dalam pembelajaran yang dilakukan. Murid akan mencemooh dan mengolok-olok guru yang sering berkata kasar.

8 Karakteristik Guru Yang Tidak Disenangi Murid

6.      Suka Menyuruh
Hubungan murid dan guru adalah hubungan yang fungsional akademik. Urusan mereka berkisar pada bagan ilmu pengetahuan, teknologi, skill, attitude, dan profesionalisme. Di luar urusan itu, guru berfungsi sebagai pengasuh dan pendidik yang memberikan keteladanan baik bagi murid-muridnya. Karena itu, sikap guru yang suka memerintah di kelas sangat tidak patut. Merid-murid akan menganggap sebagai penguasa otoriter yang bertindak egois.

8 Karakteristik Guru Yang Tidak Disenangi Murid

7.      Menghukum Semena-mena
Menghukum murid harus didasari dengan kasih saying, kebijaksanaan dan kearifan. Jangan didasari oleh kebencian, permusuhan dan emosi yang tidak terkendali. Guru adalah bimbingan spiritual murid, sehingga sikap perilakunya harus konsisten dengan statusnya sebagai pembimbing moral dan spiritual. Akalu hukuman didasari sifat kasih saying, maka guru akan menghindari cara-cara yang di luar batas kewajarannya, bahkan ia akan menghukum murid dengan hal-hal positif yang bisa meningkatkan kemampuan dan integritas moralnya.

8.      Cuek di Dalam dan Luar Kelas
Guru yang senang menyapa murid-muridnya akan akan dicintai muridnya. Tersenyum dan menannyakan kabar ketika bertemu muridnya adalah sikap yang sangat baik untuk merekatkan hubungan guru dan murid. Ada hubungan emosional yang positif antara guru dan murid. Hubungan mereka tidak hanya belajar mengajar dalam arti formal, tetapi juga hubungan psikologis yang sangat akrab dan penuh kemanfaatan.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh mammuth. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget